January 4, 2013

Berkas Pagi

Berkas Pagi

Perjalanan menuju Pasar Terapung Lok Baintan, Martapura, Kalimantan Selatan, via sungai Martapura.

Tags:
January 4, 2013

Hitam

Image

Sore ini,

langit terindah membentang.

Mungkin begitu bagiku.

Layaknya sedang tersesat,

aku tak lebih seperti dedaunan dan bunga;

takjub serta menengadahkan doa pada matahari yang bersinar cerah.

 

Senyumnya terpancar.

Hangat membelai indera perabaku.

Sama seperti matahari yang tengah menerangi kanvasku saat sedang menarik garis setiap lekuk tubuhnya.

 

Saat itu, aku takut…

Aku takut dikejar waktu.

Aku takut ketika gelap memburu.

***

Sore ini,

Takdir berkata lain.

Langit berganti kisah.

Kuarahkan ujung kuasku ke segala penjuru.

Begitupun tangisnya,

pecah.

 

Ia berusaha menggoncang alam bawah sadarku.

Terlambat,

Kanvas ini terlanjur hitam.

Tepat saat hujan turun dengan tiba-tiba.

***

TUHAN TAK TIDUR ~ “Iya. Namun sore ini ia menumpahkan kopinya.”

December 31, 2012

Seberapa Sering Kita Memeluk Ibu?

Reblogged from The Omkit:

Click to visit the original post

Masihkah kita memeluk ibu? Seberapa sering kita memeluk ibu? Ingatkah kapan terakhir kali memeluk ibu? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin terlupakan atau bahkan diacuhkan dalam kehidupan keseharian kita.

Memeluk adalah sebuah tindakan sederhana yang memperlihatkan kasih sayang. Pelukan merupakan bahasa tubuh yang maknanya jauh melebihi kata-kata dan komunikasi nonverbal lainnya. Tapi mengapa kita lupa memeluk ibu dan mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah ia lakukan?

Read more… 276 more words

August 13, 2012

Sendu

Inikah cinta,
Merambat di sesak udara,
Tenggelam pelan menuju samudera.

Melayakkan hati di bawah jiwa.

Sesakit rindu yang telah lama,
Enggan mengetuk pintu rumahmu,
Merayapnya tubuh rapuh,
di bawah langit pada malam kesepuluh.

Kelak cintamu serupa bara,
Yang menghangatkan tubuh hingga badai kita reda.

August 2, 2012

Rapuh

Pernah aku mendengar desir angin menerpa cemara.

Suara yang dibuatnya merdu hingga terlupa lelahku.

 

Pernah aku berada di tengah riuh, memandang lalu lalang manusia.

Semuanya senang merasa sendu dalam keramaian;

dan aku enggan menutup mata.

 

Masa depan,

kotak hitam berbalut pita hias,

bukan untuk kita yang enggan menghirup syak wasangka;

atau menghembus kejutan jauh-jauh.

 

Bahwasanya inginlah terlihat sempurna,

meskipun tahu;

sempurna itu milik-Nya, dan kita tak perlu lagi pengakuan.

Tags:
July 16, 2012

“If i could be who you wanted…” (Radiohead)

Sepasang tangan,

Memohon kepada empunya raga,

“Tengadahkan aku menghadap wajahmu…”

“Dan…”

“…Biarkan bibirmu dengan sendirinya merangkai kata-kata terindah untuk-Nya”

“Kelak, keajaiban itu akan datang,

Meski tak lagi wujudnya sempurna…”

“Karena, aku (tangan ini) senantiasa tahu,

Doamu hanya menginginkan kamu menjadi yang ia inginkan…”

“Cukup…”

“Cukup aku yang menyentuh wajahmu dan menyampaikan pada-Nya”

June 27, 2012

Terjebak di Taman Bermain

Pada salah satu kotak di bianglala, meski buram jendelanya tetap saja tampak jelas wajahmu yang terlihat bahagia.

Dari bawah sini jelas terbaca.

Kau memangku kedamaian, dan di saat bersamaan, kau belai mesra pemilik surgamu.

Dari bawah sini kutemukan yang tak aku punya.

Yaitu,

Dirimu…

June 17, 2012

Kembali Untuk Berpagut Mesra Pada Sepi

Kau paksa sepi,
Keluar dari tempatnya bersembunyi.

Dan, hanya…

Ketika dua orang yang berbeda menawarkan rasa sakit yang sama,

Itu kau sebut apa?

May 18, 2012

Dimana Beda(k)mu?

Jika merasa lebih benar dari mereka
yang menganggap dirinya benar,
salahkah Tuhanmu?

Jika merasa lebih sempurna dari mereka
yang menganggap dirinya sempurna,
lemahkah Tuhanmu?

Pada akhirnya, kalian tak ada bedanya.

May 5, 2012

“Selamat Ulang Tahun” ini, Entah Menunggu Siapa

Tengah malamnya berakhir

Di tengah manusia yang tak tahu apa-apa

Tengah malamnya berganti hari

Diterjang kata-kata entah dari siapa

 

Hingga semua berakhir

Ada “maaf” yang tak pernah terucap

Yang seharusnya miliknya

****

Malam ini, kembali aku merayakannya sendiri

Ulang tahun yang entah berapa lama, hingga masanya kadaluarsa,

masih saja menunggu ucap, entah dari siapa

*****

Banjarmasin, 05 Mei 2012

Selamat ulang tahun

Selamat kembali bertanya pada Tuhan,

adakah waktu tambahan untuk menanti ucap darinya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 483 other followers